“Ketika ungkapan terima kasih dan maaf seakan makin sulit didapatkan”
Untuk seorang sahabat, teman seperjalanan
Dua buah mobil, sebuah taksi dan sebuah mobil mewah, sama-sama berjalan di sisi kanan sebuah jalan lurus. Seratus meter di depan, “u-turn” sudah menanti. Sopir taksi mengira bahwa mobil merah di belakangnya juga akan ikut berbelok ke kanan. Setelah memberi tanda akan berbelok, sopir taksi menurunkan laju kecepatan taksinya dan siap untuk berbelok ke kanan. Brakkkkk…!!! Terdengar suara hantaman keras dari belakang. Rupanya, mobil mewah itu menghantam bagian belakang taksi dengan keras. Kedua kendaraan sama-sama penyok di beberapa bagian.
Adegan selanjutnya bisa ditebak. Kedua pengemudi keluar untuk memeriksa kerusakan kendaraannya dan merekonstruksi kejadian tersebut. Pengemudi yang ternyata juga pemilik mobil mewah, tanpa basa-basi, langsung menyimpulkan bahwa pihak taksi-lah yang keliru. Tidak cukup sampai di situ, dia juga mengancam akan melaporkan sopir taksi itu kepada pihak managemen agar memecat sopir tersebut. Dengan tenang, sang sopir menjelaskan posisinya. Dia merasa yakin bahwa dirinya benar. Read the rest of this entry »