Apresiasi Sastra atas Novel Nelle Harper Lee: To Kill a Mockingbird
“Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya…
hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.”
Harper Lee – To Kill a Mockingbird
Setiap manusia di dunia ini mempunyai bentuk fisik dan kebudayaan yang berbeda. Konsep ras didasarkan pada persamaan fisik setiap manusia, sedangkan konsep etnik didasarkan pada persamaan kebudayaan. Perbedaan bentuk fisik diakibatkan adaptasi manusia terhadap alam di mana mereka tinggal (James M. Henslin, 2006:212). Perbedaan itu adalah keragaman ras. Namun, sejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa keragaman itu ternyata dapat pula disalahtafsirkan oleh sesama manusia.
Menurut Henslin, terdapat suatu pemikiran bahwa ras yang satu adalah superior terhadap ras yang lainnya. Pemikiran seperti inilah yang tertanam dalam benak orang Amerika –sebagai locus novel To Kill a Mockingbird– pada umumnya sejak 400 tahun yang lalu. Kemudian berangsur-angsur terbentuklah cara pandang pada generasi berikutnya bahwa orang kulit putih lebih baik daripada orang kulit hitam. Prasangka buruk yang tertanam ratusan tahun lalu ini lantas mengarahkan dan membenarkan orang untuk melakukan diskriminasi. Read the rest of this entry »
